WAKILI PENGDA INKANAS ACEH, KARATEKA DAYAH MUQ PAGAR AIR SUMBANG 5 MEDALI DI KEJUARAAN KARATE PIALA PEMERINTAH ACEH 2026
BANDA ACEH – Karateka MUQ Pagar air menorehkan prestasi di luar dayah. Dengan mewakili Kontingen Pengurus Daerah Institut ...
Search
Kapolsek Ingin Jaya IPDA. M. Izazaya, S.E.,S.H beserta jajarannya berkunjung ke Dayah MUQ Pagar Air Aceh guna menghadiri kegiatan upacara bendera dan sosialisasi pencegahan kekerasan/bullying sesama santri.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang berlangsung di lapangan utama Dayah MUQ Pagar Air Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati, serta pengurus dayah dan seluruh jajaran dewan guru/ustadz/ustadzah. Adapun yang menjadi instruktur upacara pada kesempatan ini adalah Kapolsek Ingin Jaya IPDA. M. Izazaya, S.E.,S.H. Upacara berlangsung dengan khidmat hingga ditutup dengan penyerahan piagam juara kepada santri yang berhasil memenangkan perlombaan pada event REALISTIG dan foto bersama.


Berikutnya Kapolsek Ingin Jaya beserta jajarannya menuju ke mushalla dayah untuk menjadi pemateri pada kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan/bullying sesama santri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santriwan baik tingkat MTs maupun MA, sedangkan santriwati hanya diikuti oleh siswi tingkat MA. Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan sambutan dari Rais ‘Am Dayah MUQ Pagar Air Aceh Drs. H. Sualip Khamsin yang berharap kepada seluruh santri untuk benar-benar menyimak dan memahami apa yang akan disampaikan oleh pemateri nantinya. “Harapan kami apa yang disampaikan oleh pak Kapolsek nanti dapat dipahami oleh seluruh santri MUQ Pagar Air”. Ungkapnya di akhir sambutan.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan langsung oleh Kapolsek Ingin Jaya. Dalam pemaparannya, IPDA Izazaya menyampaikan bahwa ada 2 kategori yang termasuk ke dalam tindakan bullying. Pertama bullying secara fisik seperti memukul, menendang dan menampar. Kedua bullying secara verbal baik langsung maupun tidak langsung, seperti mengolok, mengejek dan menghujat. Selain itu, di zaman teknologi yang sudah canggih ini dapat terjadi pula cyber bullying atau menghujat seseorang melalui sosial media menggunakan akun palsu.

“Bagaimana mencegah bullying?”. “Pertama, jangan beda-bedakan teman. Bagaimanapun dia, mau dia jelek, hitam, dan lain sebagainya. Kedua, ikut sertakan rekan kita dalam hal apapun, ajak rekan kita, rangkul dia, salling support dalam hal apapun.” Terang Ipda Izazaya dalam penyampainnya.

Seluruh santri mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Misalnya, salah seorang santri yang bernama M. Raja AlPasya Wijaya santri kelas XII sangat bersemangat ketika menjawab pertanyaan dari pemateri. Selanjutnya, moderator menyampaikan kesimpulan di akhir acara yang berlangsung hingga menjelang waktu sholat Dzuhur tiba.
Reportase dan ditulis oleh: Fathiyya Aulia Putri dan Khansa Azwa Fauni (anggota kelas Jurnalistik Bakat Minat Santri)
Editor: Muhammad Ikram