Search

Pencarian Sebelumnya:
×

Dayah MUQ Pagar Air Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Kick Off Stop Kekerasan di Dayah

  • Share this:
post-title

Pagar Air - Dayah MUQ Pagar Air dipilih menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Kick Off stop kekerasan di dayah yg berlangsung pada hari Senin, 12 Agustus 2024. 


Kegiatan yang dirancang oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini mengambil tema “Dayah Ramah tanpa Kekerasan Menuju Masa Depan Pendidikan Aceh yang Berkualitas”. 


Kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut Dinas Pendidikan Dayah Aceh setelah sebelumnya telah meneruskan surat Edaran Gubernur Aceh kepada semua Pimpinan Dayah se-Aceh melalui Bupati/Walikota mengenai himbauan pembentukan pengawasan dayah dalam hal mengantisipasi isu kekerasan di dayah. Kendati demikian, kekerasan di lingkungan dayah masih saja terjadi. 


“Ini menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan di dayah dan sudah melakukan FGD tentang isu kekerasan di dayah serta pembentukan tim tersebut,” ujar Dr. Munawar A Djalil, M.A dalam sambutannya. 


Dirinya juga mengutarakan bahwa pentingnya pemangku kebijakan untuk segera mencegah dan menangani kekerasan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan. “Kekerasan ini perlu dicegah dan ditangani segera oleh pemangku kebijakan untuk memberi rasa ketentraman dan kenyamanan dalam lingkungan pendidikan dayah,” ucap Dr. Munawar.


Sementara, Pj Gubernur Aceh diwakili oleh Asisten I Sekda Aceh, Dr Yusrizal Zainal, MSi mengatakan, kekerasan dalam lingkungan dayah baik fisik maupun non fisik tentu tidak bisa dibenarkan. Sebab, kekerasan tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga menghambat perkembangan pendidikan para santri. “Dayah sebagai lembaga pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri dalam menuntut ilmu,” ucap Dr Yusrizal.


Menurutnya, isu kekerasan dalam lingkungan dayah selama ini harus menjadi perhatian serius oleh segenap pihak. Laporan yang ada mengenai kekerasan di beberapa dayah mengharuskan ada tindakan cepat dan tegas oleh semua pihak. Selama ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah melakukan langkah-langkah preventif, seperti meneruskan surat edaran Gubernur Aceh tentang himbauan pembentukan pengawasan dayah dalam mengantisipasi isu kekerasan. Surat edaran itu juga ditujukan bagi pimpinan dayah se-Aceh agar dapat menjamin kenyamanan selama proses belajar mengajar.


“Namun, perlu lebih dari sekedar kebijakan di atas kertas. Kita memerlukan aksi nyata di lapangan. Oleh karena itu, kita melaksanakan acara “kick off stop kekerasan di dayah” sebagai upaya nyata untuk menghentikan segala bentuk kekerasan. Melalui acara ini, kita mengirimkan pesan yang jelas bahwa kekerasan fisik tidak akan pernah ditoleransi di lingkungan pendidikan kita,” pungkasnya.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemukulan rapai oleh Asisten I Sekda Aceh, Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), perwakilan Kanwil Kemenag Aceh, perwakilan Pangdam IM, dan perwakilam Kapolda Aceh sebagai bentuk simbolisasi launcing “Kick Off Stop Kekerasan di Dayah”. 


Terakhir acara ditutup dengan pemaparan materi mengenai kekerasan terhadap anak yang disampaikan oleh bapak Taufik Riswan Fasilitator Layanan Perempuan dan Anak Nasional.